Melempar angan lewat alur-alur nadi kehidupanku, bertengger pada satu jiwa yang pernah kuatkan lemahku, riakan sunyiku, hapus pedihku dan dengan seksama mendengar tiap digit cerita yang keluar dari mulutku, lalu dengan lembut merengkuh tanganku, membantuku meraup ruh kekuatan dalam diriku ketika aku merasa tak cukup daya untuk berdiri dan melangkah…
Memaknai kata sahabat lewat tiap senyum dan tangis kebersamaan yang kita lalui, menuai rindu ketika satu jarak membuat kita jauh, lalu kembali menangkup asa ketika kita dekat…
Tak hanya musim semi bertabur bunga segar dan hangat sentuh matahari dikehidupan yang kau tunjukan padaku, namun kau juga mengajarkanku untuk mengenal badai yang datang tiba-tiba dalam kehidupan, mencekam, dan memekikan rasa takut dalam diriku…
Dan kemudian seperti seorang malaikat kecil kau bawa aku merengkuh rona indah pelangi setelah badai itu berlalu…
Kini aku tahu kau hadir dihidupku bukan hanya untuk menunjukanku akan arti kebahagiaan namuin kau juga mengajarkanku tentang bagaimana menangis ditengah pedih yang akan lebih mendewasakan kita kelak…
Meski tak mampu merengkuh angkuh langit itu… setidaknya kita pernah bersama memeluk awan itu, merasakan dinginnya malam dan belai hangat matahari pagi,
Sahabat…
Ini untukmu…
Sebingkis sayang dari ku sahabatmu,
Yang kan terus mengharap balas sayangmu… kita masih harus bersama, untuk membagi semua, sampai nanti kita menjadi tua…
Lalu kita akan mengukir cerita ke anak cucu kita kelak tentang suka duka kebersamaan kita dulu…
Dan diakhir cerita nanti kita akan mati bersama lengkung bibir kita, karena kita kita bahagia penah bersama, kita pernah kuat dan kita pernah tinggi diatas persahabatan…



cuap-cuap sahabat n_think's